Pages

Minggu, 15 November 2015

Daftar organisasi massa Islam di Indonesia

harokah atau kelompok pergerakan Islam banyak berkembang di Indonesia seiring dengan makin banyaknya umat Islam yang peduli akan kondisi umat,tentu saja hal seperti ini sangat berdampak positif terhadap keberlangsungan syariat islam itu sendiri,meskipun tidak dipungkiri terutama dikalangan grassroot kadang terjadi gesekan karena perbedaan pemikiran dan metode pergerakan,merupakan hal yang wajar saja terjadi selama tidak sampai terjadi adu fisik,bahkan bisa jadi pemicu kompetisi dalam artian positif untuk saling berlomba dalam melakukan peran di tengah umat .
Berikut adalah daftar ormas (Islam) di Indonesia, disusun berdasarkan abjad.sekedar untuk bahan referensi bagi yang memerlukannya langsung dari web resminya,semoga bermanfaat

USTAZD ya USTAZD..






 
Baru baru ini dunia maya di ramaikan dengan pernyataan kontroversial dari seorang ustazd yang sering muncul di televisi,di mana dalam acara yang bertema “ Islam Itu Indah “ sang ustazd yakni ust.maulana menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak harus membawa lagi agama, Saat berdakwah di Trans TV pada Senin (9/11/15), Maulana menyatakan bahwa kepemimpinan itu tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Baginya, yang terpenting dalam soal kepemimpinan bukan agama sang pemimpin melainkan kemampuan memimpin. Dia juga mengatakan tidak masalah perempuan menjadi pemimpin, yang penting dia mampu.atau agama tidak boleh lagi di bawa dalam kepemimpinan (http://www.madinaonline.id/s5-review/berita/membela-pemimpin-non-muslim-ustad-maulana-jadi-sasaran-caci-maki/ ),yang tentu saja menimbulan banyak reaksi keras dan beragam dari masyarakat,dan kebanyakan reaksi yang muncul adalah menolak dan menganggap bahwa pernyataan tersebut bertentangan dengan syariat Islam,sampai sampai MUI pun menyatakan bahwa pernyataan nya tersebut menyesatkan(http://www.indoberita.com/2015/11/28062/inilah-pernyataan-ustad-maulana-menurut-mui-sangat-menyesatkan/) sebelumnya ustad Solmet juga memuat pernyataan bahwa Indonesia sedang darurat wahabiINDONESIA DARURAT WAHABI (siap-siap dituduh Syiah).Tempat wahabi bkn di Indonesia. Indonesia itu tanah Ahlu sunnah bkn tanah Ahlu fitnah.” tulis Ustadz Solmed di akun twitter pribadinya @SholehMahmoed, jum’at (23/10/2015).
Disini saya tidak akan membahas mengenai bagaimana pandangan syariat danb para ulam mu’tabar mengenai pernyataan mereka yang kontroversial tersebut,disini saya hanya akan menyoroti dari sisi bagaimana seharusnya peran dan tugas seorang ustazd di tengah umat.
Bagaimana  dan siapa yang pantas di sebut ustazd
Ustadz (bahasa Arab jamak , asatidz) adalah istilah yang sangat sering dipakai di Indonesia untuk panggilan kalangan orang yang dianggap pintar dan ahli di bidang ilmu agama. Ustadz sejajar dengan istilah buya, kyai, da'i, mubaligh. Di sebagian pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren disebut Ustadz. Di sebagian pesantren yang lain, ustadz statusnya di bawah kyai.

Minggu, 01 November 2015

Bahayanya Nasionalisme




Nasionalisme berasal dari bahasa Nation dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman serta Natie dalam bahasa Belanda yang berarti bangsa. Bangsa adalah sekelompok manusia yang diam dalam suatu daerah tertentu dan memiliki hasrat kemauan untuk bersatu karena adanya persamaan nasib, cita-cita kepentingan dan tujuan. Secara Sederhana nasionalisme  adalah semangat kebangsaan, perasaan kebangsaan, yaitu semangat cinta atau perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah air. Sedangkan Secara Umum, Nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara yang memiliki tujuan atau cita-cita bersama untuk kepentingan nasional. Dengan praktek Nasionalisme tampak sebagai gerakan yang memperjuangkan atau mempertahankan kemerdekaan/kebebasan, kemakmuran atau kepentingan-kepentingan lainnya dari sesuatu bangsa. Penganut Nasionalisme disebut dengan Nasionalis.